Nama Romo Mangun Diabadikan Jadi Nama Jalan YB Mangunwijaya Jatibarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng ketika memberikan sambutan meresmikan Jalan YB Mangunwijaya. Agustina Wilujeng bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana saat meresmikan Jalan YB Mangunwijaya, Senin (8/9/2025) Foto dok Pemkot Semarang

Foto: Dok. Pemkot Semarang

SEMARANG, SUARASOLO.id

Yusuf Bilyarta (YB) Mangunwijaya lebih akrab dipanggil Romo Mangun (almarhum), dikenal sebagai rohaniawan, arsitek, sastrawan, penata kampung kali Code Yogyakarta, pembela kaum kecil saat pembangunan Waduk Kedung Ombo. Atas dedikasi Romo Mangun yang luar biasa, dijadikan nama jalan YB Mangunwijaya Jatibarang.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meresmikan Jalan Yusuf Bilyarta (YB) Mangunwijaya, Senin (8/9/2025), sebuah jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Penamaan jalan ini sebagai pengingat agar kawasan identik sampah ini bisa tumbuh menjadi ruang harapan.

“Pemberian nama jalan itu bukan sekadar penghormatan kepada tokoh humanis Romo YB Mangunwijaya, tetapi juga pesan moral agar semangatnya menular di kawasan yang sering dipandang sebelah mata.

Siapakah Romo Mangun itu? Pejuang kemanusiaan kelahiran Ambarawa ini pernah meraih South East Asia (SEA) Write Award pada 1986, Aga Khan Award for Architecture 1992. Kepiawaian Romo Mangun menata Kampung Kali Code Yogyakarta menjadi kawasan penuh warna dan layak huni. Ketika pembangunan Waduk Kedungombo tahun 1980-an, Romo Mangun membela kepentingan wong cilik dalam memperjuangkan hak-haknya.

Agustina menjelaskan, semangat Romo Mangun untuk berdiri bersama kaum marjinal kini diabadikan di Kota Semarang.

“Peresmian jalan YB Mangunwijaya, sebagai upaya kecil dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam memberikan penghargaan kepada Romo Mangun,” kata Agustina.

Pemilihan lokasi jalan di sekitar TPA Jatibarang selaras dengan pandangan hidup Romo Mangun yang kerap mendampingi masyarakat kecil di wilayah kumuh, seperti di bantaran Kali Code, Yogyakarta.

Seandainya Romo Mangun masih hidup, kata Agustina, beliau tentu memilih berdiri dan membangun jalan ini menuju TPA. Beliau selalu memilih berdiri di sisi yang tersisih, di tempat yang dianggap kumuh, namun justru di situlah ia menyalakan harapan.

Kini, semangat itu mampu menginspirasi pengelolaan dan mengubah wajah TPA Jatibarang menjadi kawasan yang berkelanjutan melalui implementasi ekonomi sirkular, sanitary landfill, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa). Harapannya sampah dapat dijadikan sebagai energi listrik, tinggal menunggu tender internasional. Sehingga TPA Jatibarang menjadi ruang yang bermakna, berkelanjutan, dan mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana saat meresmikan Jalan YB Mangunwijaya, Senin (8/9/2025).(Dok. Pemkot Semarang)

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang Romo FX Sugiyana, mewakili Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko mengapresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Semarang atas penghormatan yang diberikan kepada Romo Mangun.

Menurut FX Sugiyana, penamaan jalan YB Mangunwijaya adalah penghargaan yang luar biasa untuk Romo Mangun sekaligus mengandung pesan yang sangat mendalam, sudah tepat dan sarat bermakna.

Seandainya nama jalan itu di tengah kota besar, lanjut Sugiyana, Romo Mangun malah tidak kerasan dan minta untuk dipindahkan. Di tempat ini, di jalan TPA ini, justru sejalan dengan spirit dan passion Romo mangunwijaya. Semangat Romo Mangun hidup kembali untuk menginspirasi masyarakat kota Semarang, berpihak kepada rakyat kecil dan peduli lingkungan hidup. **

C. Gunharjo L

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *